Selasa, 26 Juni 2012

telur asin

Pada dasarnya proses pembuatan telur asin ini ada beberapa cara. Namun kebanyakan orang lebih memilih dengan cara direndam atau di balut dalam adonan garam dicampur dengan serbuk bata merah, tanah liat, atau abu gosok. Selain itu juga ada yang merendamnya dengan cairan teh bercampur dengan adonan garam.
Dalam hal ini kesemua cara tersebut bertujuan sama yaitu membuat telur itik menjadi telur yang berasa asin. Tetapi ada juga yang mencoba membuat telur asin dengan ditambahkan rasa jahe, rasa jeruk, bahkan rasa cabai kedalam larutan garamnya, sehingga rasa telur tersebut tidak hanya asin, melainkan berpadu dengan rasa lain yang telah ditambahkan kedalam adonan garam tersebut.
Untuk lebih jelasnya kita ulas saja satu persatu tentang proses pembuatan telur asin ini.


A. Pemilihan Telur.
Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus pemilihan (sortasi). Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa tersebut merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali, sehingga kemungkinan adanya janin didalamnya dapat dihindari. Disamping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang telah mengalami keretakan atau pecah kulit, karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya berbau busuk.
Pereiksaan dilakukan dengan memasuukan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi dengan air, kemudian mengamati posisi telur telur etrsebut didalam air. Telur yang melayang. harus segera dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air hingga benar-benar bersih, serta ditiriskan.
Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang g kotor dan sangat kotor ditempatkan diwadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.


B. Membuat Adonan dan Larutan
Sebelum memulai proses pembuatan telur asin, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk bahan pemeraman atau perendaman telur. Kalau kita baru pertama kali membuat telur asin, maka kita harus lebih memperhatikan takaran media atau garam yang akan kita larutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau berlebihan. Karena proses pembuatan telur asin ini bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. maka kita akan bahas satu persatu cara membuat adonan atau larutan ini.


1. Membuat Larutan Garam.
Proses pembutan larutan garam jebuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.
Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih) yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan saltpeter. Kemudian masukkan garam dan saltpeter, dan aduk hingga larut seleuruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.


2. Membuat Adonan Garam.
Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.


a. Adonan 1 dengan media tanah liat. Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, gara 1 kg, air bersih secukupnya.
b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.
c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1 kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.
Cara membuatnya adalah sebagai berikut.1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai takaran yang telah ditentukan.2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur.
Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.
Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua.
Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.




C. Proses Membuat Telur Asin.
Untuk membuat telur asin, kita harus tahu cara-caranya secara rinci. Setidaknya secara garis besar kita mengetahui urutan pembuatan telur asin ini.
Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut.


a. Perendaman dengan larutan garam.Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman, terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur pada saat proses perendaman.


b. Pemeraman dengan adonan garam.Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.


c. Perendaman dengan adonan garam.Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibadningkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan wadah, lalu tuangkan sedikit adonan kedalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.
Pemanenan
Setelah dirasa [erendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.
Perebusan
Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini, sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.
Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya telur-telur asin tersebut.
Untuk telur asin matang dari hasil perendaman dengan larutan garam jenuh, biasanya memiliki putih telur yang berlubang-lubang (keropos)Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh, melalui pemeraman, atau perendaman dengan adonan media garam, memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya. Demikian juga dengan jenis telur dan juga tebal atau tipisnya kulit telur yang mempengaruhi daya serap telur terhadap laritan garam sehingga memberikan hasil yang berbeda pula.
TIPS Khusus Membuat Telur Asin.
Dalam telur asin terdapat kandungan gizi seperti protein, karbohidrat dan mineral beberapa kali lebih besar dibanding telur ituk tawar.
Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak. Dan posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.


A. Direndam dalam larutan teh.Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.
Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu.
Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih disukai konsumen.


B Telur Asin dengan Berbagai Aroma.
Dalam khalayak umum sudah pernah ada yang bereksperimen membuat telur asin dengan membubuhi berbagai macam aroma dan rasa, seperti telur asin rasa jahe, cabe, juga jeruk.
Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur itik.
Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa lainnya.
Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata. Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada pembuatan telur asin biasa.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik putih maupun kuning telurnya.
Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk ekstrak rasa yang lain. Sehingga kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin rasa jeruk.




Nah silakan mencoba dengan tip-tips kami ini Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.


Bahan dan Komposisi:


200 kg hijau daun atau sampah dapur.10 kg dedak halus.¼ kg gula pasir/gula merah.¼ liter bakteri.200 liter air atau secukupnya.


Cara Pembuatan:


Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

Senin, 11 Juni 2012

kemangi dalam al-qur'an


Nama  : Nurul Khotimah
NIM     : 10620068
 



Integrasi Tumbuhan Selasih(Ocimum  basilicum)
 Al-qur’an

Klasifikasi
Klasifikasi  tanaman  kemangi  (Ocimum  basilicum) adalah  sebagai berikut:
Kingdom  Plantae
     Divisio Magnoliophyta
          Classis Magnoliopsida
                Sub classis Asteridae
                    Ordo Lamiales
                          Familia Lamiaceae
                               Genus Ocimum
                                    Species Ocimum  basilicum




Deskripsi
Kemangi memiliki ciri fisik tertentu yaitu daunnya bertangkai dengan warna hijau. Bunganya bewarna putih dan bijinya yang sudah tua berwarna hitam. Tinggi pohon kemangi mencapai 1-1,20 meter. Kemangi pun dapat tumbuh di dataran tinggi yang terbuka.
Kemangi merupakan anggota family lamiaceae yang berarti kelompok tanaman dengan bunga bibir. Nama genus kemangi adalah ocium yang berarti tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya kemangi berkerabat dekat dengan tanaman  selasih ocinum sancium , daun mint ( Mentha arvensis), dan daun bangun-bangun atau daun jinten(coleus amboinicus). Kerabat yang paling dekat dengan kemangi adalah basil (ocimun amboinicus). Inilah jenis kemangi yang ada di Indonesia. Karena tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak (bush basil).
          Merupakan herba tegak, sangat harum, tinggi 0,6-1,6 m. Batang cokelat, segi empat. Daun tunggal berhadapan, bertangkai, panjang 0,5-2 cm, bulat telur, ujung dan pangkal agak meruncing, permukaan daun agak halus dan bintil-bintik kelenjar, tulang daun menyirip, tepi bergerigi, panjangnya 3,5-7,5 cm, lebar 1,5-2,5 cm, warna hijau tua. Bunga berwarna putih atau lembayung, kelopak sisi luar berambut, bulat telur terbalik dengan tepi mengecil sepanjang tabung. Biji keras, cokelat tua, bila dimasukkan dalam air akan mengembang (Backer & van den Brink, 1965; Wijayakusuma et al., 1996).
 Habitat dan Penyebaran
       Dapat ditemukan di tempat lembab dan teduh di dataran rendah sampai ketinggian 450 m. Tersebar di seluruh pulau di Indonesia (terutama Sumbawa), bahkan di Asia, Eropa, dan Amerika Selatan (Backer & van den Brink, 1965; Wijayakusuma et al., 1996).

Manfaat
Kemangi memiliki rasa agak manis, bersifat dingin, berbau harum dan menyegarkan. Beerapa bahan kimia yang terkandung pada seluruh tanaman kemangi diantaranya 1,8 sineol, anethol, apigenin dan boron. Sementara pada daunnya terkandung arginine dan asam aspartat.
       Efek farmakologis yang dimiliki seluruh baian tanaman kemangi  diantaranya menghilangkan bau badan dan bau mulut, anastesi, membantu mengatasi ejakulasi premature, anti kholinesterase , merangsang aktivitas saraf pusat, melebarkan pembuluh kapiler (merangsang ereksi), menguaatkan dan merangsang ASI, melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkan sirkulasi, merangsang keluarnya hormon androgen dan hormos estrogen, serta mencegah pengeroposan tulang, selain itu daunnya bermanfaat untuk memperkuat daya tahan hidup sperma , mecegah kemandulan, menurunkan gua darah , antihepatitis, diuretic, merangsang saraf, dan analeptik. (Hariana, 2007).
    Dalam dunia kesehatan, biji selasih pun mempunyai banyak manfaat. Menurut Prof. Hembing, ahli tanaman obat, biji selasih mempunyai khasiat menenangkan (sedative) sehingga dapat bermanfaat untuk mengurangi keadaan gelisah, susah tidur ataupun sering gugup. Selain itu juga dapat bermanfaat membantu mengatasi masalah gangguan pencernaan seperti sembelit maupun panas dalam. Masih ada lagi, selasih juga mempunyai efek farmakologis merangsang penyerapan, melancarkan sirkulasi darah, meredakan kejang (antispasmodic), peluruh keringat (diaforetic), menghilangkan rasa sakit (analgetic), peluruh kemih (diuretic), menurunkan demam (antipirotic), membersihkan racun dan meningkatkan sistem imun, mengatasi radang lambung, menghaluskan kulit wajah, mengobati sakit gigi, mengobati sakit kepala.

Berdasarkan hasil penelitian, minyak menguapnya beraktivitas sebagai antibakteri yang telah diuji dengan S. aureus, S. enteritidis dan E. coli dan aktivitas antifungalnya efektif terhadap C. albicans, P. notatum, dan Microsporeum gyseum. Kamfor, d-limonen, myresen, dan timol mempunyai aktivitas sebagai antireppelant, dengan kemampuan membunuh serangga sampai 90% pada konsentrasi 113-283 ppm. Selasih juga telah digunakan sebagai antiekspektoran (Anonim, 2005).


Integrasi Sains Dengan Al-Quran
        Tumbuhan ini secara tersirat terdapat dalam  Al- qur’an surat Ar-rahman ayat 12

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
Artinya : Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

Ayat ini telah ditafsirkan dalam berbagai versi menurut ulama, di antaranya :
War raihaanu: sebuah tumbuhan yang dikenal orang arab ,dan yang dimaksud di sini adalah tumbuhan yang memliki bau wangi dan harum (Aljazairi, 2009).
Allah swt menciptakan biji-bijian di dalam kulitnya dari pertanian yang hijau, yang dipanen  sebagai  makanan bagi kalian dan ternak kalian. Allah swt juga menciptakan aneka ragam kembang dan bunga yang harum aromanya (Al-qorni, ‘aidh, 2007).
Warraihan ”dan bunga-bunga yang harum baunya”, yakni daunnya atau bisa dicium keharumannya.(Jalalludin, 2010).

Kemangi memiliki rasa agak manis, bersifat dingin, berbau harum dan menyegarkan.
Menurut “Daftar Komposisi Bahan Makanan” direktorat gizi Departemen Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A setiap 100 gram daun kemangi terkandung 5000 SI vitamin A . Kelebihan lainya kemangi termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral, kalsium dan fosfor, yaitu sebanyak 45 dan 75 mg per 100 g daun kemangi.
Itulah sebabnya ketika menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut, atau ASI macet dapat diatasi dengan membiasakan diri mengkonsumsi lalapan kemangi segar. Dalam buku A Dictionary of Practical Material Medical, John Henry M. menyebutkan sari daun  kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, gangguan pada vagina, dan juga dapat mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi  albumin dalam urine.
Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Universitas Purdue, AS, dedaun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Merekapun mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi yang dapat mengatasi maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang dan badan lesu. Selain itu aroma kemangi daapt menolak gigitan nyamuk. (Johani, 2008).

Daftar Pustaka
Anonim, 2005, Treating Livestock with Medicinal Plants: Beneficial or Toxic?  Ocimum basilicum, O. americanum, and O. micranthum, diambil dari http://www.probe.nalusda.gov:8300/, diakses pada Desember 2005.
Aljazairi, Abu Bakar, 2009. Tafsir Al-qur’an al –Aisar. Jakarta : Darus Sunnah press.
Al-qorni, ‘Aidh. 2007. Tafsir Muyassar. Jakarta : Qisthi press.
Hariana, Arif. 2007. Tubuhan obat dan Khasiatnya Seri 2. Jakarta : Penebar Swadaya.
Jalalludin, Imam. 2010. Tafsir Jalalain. Surabaya : Tafsir  Jalalain.
Johani, Erman. 2008. Tanaman Pekarangan Pilihan. Bandung : Maximalis
Wijayakusuma, H., Wirian, S.A., Yaputra, T., Dalimartha S., Wibowo, B., 1996, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, Jilid IV, Pustaka Kartini, Jakarta..